Sunday, March 13, 2011

Brotherhood and Sisterhood, One Family, One Family!

Haven't I seen you somewhere before?

Hanging out on the stage on or on the dance floor

Trying to be a part of what you see

Brotherhood and Sisterhood - One family!

One Family, One Family!
.................                            (Warzone)

Sepenggal lirik dari Warzone, sebuah band old-school hardcore kawakan, yang ternyata memiliki makna yang sangat dalam. Yah, sekedar membuat catatan kecil sebagai selingan. Sebagai tumpahan uneg-uneg yang masih terasa gegap gempitanya. Persaudaraan dan Kekeluargaan. Ternyata masa-masa itu benar-benar memberi pengaruh pemikiran yang tidak bisa dilepaskan.

Jika dipikirkan lebih mendalam, ada perubahan dan perbedaan yang sangat curam. 

Malam tadi, mampir di HIK (Hidangan Istimewa Kampung) ternyata memberikan kesan yang tak terlupakan. Sudah sekian lama aku 'keluar' dari dunia pengembaraan dan 'memapankan' diri dalam "kepastian". Malam tadi benar-benar memantik semangat untuk kembali tidak berpihak kepada 'kemapanan'. 

Bapak-bapak yang sudah tua, penjual hik yang setia di depan air jerangannya, anak-anak muda yang tertawa terbahak ketika ada sesuatu yang menurut mereka lucu, ditemani beberapa teguk teh jahe panas. Sebuah 'perkumpulan' terMEGAH yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Semua terlibat dalam pembicaaan seru, dari rencana tetangga yang hendak 'mantu' (punya hajatan kawinan) hingga tentang kondisi negara ini. Dan,  dengan diiringi bunyi 'ngiiiiiiing' di telinga, aku mulai menyadari, kita semua bersaudara, tanpa status pembeda,  Kita tertawa, kadang bersedih, bahkan ada bapak tua yang saking semangatnya tertawa malah mengeluarkan air mata......

Pagi ini, kondangan mantu  anak tentangga. Semua anak muda dikerahkan untuk membantu suksesnya hajatan ini. Sebuah hal fenomenal yang (menurutku) sangat hebat. Semua bergerak, bergiat, sigap, tanpa ada keluh kesah. Hal yang saat ini sudah langka (lagi-lagi menurutku). Wajah-wajah yang telah terbalut modernitas, namun masih berjiwa 'desa'. Senyum-senyum berhiaskan rasa saling memiliki, saling berbagi, saling memberi. Bekerja dengan canda tawa bahagia, tanpa beban, tanpa rasa enggan. Sebuah hal yang akan sangat sulit kutemui di tempat kerja. Di mana semua memburu rupiah, saling jegal, saling membuat senyum palsu dan tawa yang dipaksakan.

Inilah persaudaraan, berbicara tanpa memandang derajat lawan bicara, bekerja tanpa menunggu akan datang imbalan apa. Persaudaraan hakiki antar umat manusia, sebuah cinta. 
 Looking around

I see many kids

What do you see?

Just one truth: our reality!
Sekali lagi, aku memandang wajah-wajah mereka....dan aku menitikkan air mata. Bukan, bukanlah kesedihan. Namun kebahagiaan mendalam yang tidak bisa lagi diekspresikan hanya dengan tawa. Keharuan... 

Sebuah semangat untuk menumbuhkan. Sebuah kesadaran bahwa manusia sejatinya adalah saudara, dalam sebuah keluarga besar.

Apabila ada apatisme datang, hancurkan! 
Brotherhood and Sisterhood, One Family, One Family!

Solo, 13 Maret 2011

No comments:

Post a Comment